Tampilkan postingan dengan label Manusiawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusiawi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

JANGAN BIASAKAN !! Meminta Oleh-oleh dari Teman yang Berpergian, Rasulullah Melarangnya...


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, tanpa ada kebutuhan yang mendesak.

Karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan menunjukkan adanya kecendrungan kepada dunia dan keinginan untuk memperbanyak harta.

Dan beliau shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang melakukan perbuatan meminta-minta yang hina ini, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun yang melekat di wajahnya. Ini sebagai balasan yang setimpal baginya kareka kurangnya rasa malu dia untuk meminta-minta kepada sesama makhluk.

“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun,” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725).

“Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717).

Ringankanlah orang yang menjalani Safar karena safar adalah potongan dari azab.

Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,”Berpergian (safar) itu adalah sebagian dari siksa. Ia menghalangi seseorang dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila seseorang telah selesai dari urusannya hendaklah ia segera pulang ke keluarganya,” (HR Bukhari dan Muslim).

“Dikatakan bagian dari azab, karena safar akan meninggalkan segala yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).

Bisa jadi yang dimaksud dicintai ini adalah keluarga yang ia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang teratur, dan lain-lain.

Sedang setiap perjalanan tidak ada jaminan akan bisa kembali, lalu mengapa kita bebani dengan titipan dan amanah yang membebani.

Sekadar tips buat yang bersafar, untuk menjaga saudara kita dari meminta, jika berkelebihan rezeki akan lebih indah jika kita memberi sedikit oleh-oleh karena tangan di atas lebih mulia.

Dan tips untuk yang menerima oleh-oleh bersyukurlah atas setiap bentuk rezeki yang didapat karena dengan bersyukur kita akan semakin mendapat nikmat yang banyak.

Rabu, 16 Maret 2016

Apakah Takut Itu Wajar?


Perang Mu’tah, adalah perang yang secara rasio tak akan membuat manusia optimis apalagi yakin dengan kemenangan yang dijanjikan. Bayangkan saya, jumlah pasukan Romawi yang berkumpul pada hari itu lebih dari 200.000 tentara, lengkap dengan baju perang yang gagah, panji-panji dari kain sutra, senjata-senjata yang perkasa, lalu dengan kuda-kuda yang juga siap dipacu.

Abu Hurairah bersaksi atas perang ini. ”Aku menyaksikan Perang Mu’tah. Ketika kami berdekatan dengan orang-orang musyrik. Kami melihat pemandangan yang tiada bandingnya. Jumlah pasukan dan senjatanya, kuda dan kain sutra, juga emas. Sehingga mataku terasa silau,” ujar Abu Hurairah.

Sebelum melihatnya, pasukan para sahabat yang hanya berjumlah 3.000 orang-orang beriman, sudah mendengar kabar tentang besarnya pasukan lawan. Sampai-sampai mereka mengajukan berbagai pendapat, untuk memikirkan jalan keluar. Ada yang berpendapat agar pasukan Islam mengirimkan surat kepada Rasulullah saw, mengabarkan jumlah musuh yang dihadapi dan berharap kiriman bala bantuan lagi. Banyak sekali usulan yang mengemuka, sampai kemudian Abdullah ibnu Rawahah yang diangkap sebagai panglima pertama berkata di depan pasukan.

”Demi Allah, apa yang kalian takutkan? Sesungguhnya apa yang kalian takutkan adalah alasan kalian keluar dari pintu rumah, yakni gugur sebagai syahid di jalan Allah. Kita memerangi mereka bukan karena jumlahnya, bukan karena kekuatannya. Majulah ke medan perang, karena hanya ada dua kemungkinan yang sama baiknya, menang atau syahid!”

Pidato perang yang singkat, tapi sangat menggetarkan. Seperti yang kita tahu dalam sejarah, sebelum berangkat Rasulullah berpesan pada pasukan. Jika Zaid bin Haritsah terkena musibah, maka panglima akan diserahkan kepada Ja’far bin Abi Thalib. Dan jika Ja’far bin Abi Thalib juga terkena musibah, maka Abdullah ibnu Rawahah yang menggantikannya.

Mahasuci Allah dengan segala tanda-tanda-Nya. Perkataan Rasulullah benar terbukti, sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah. Zaid bin Haritsah syahid dalam peperangan ini. Kemudian panji-panji Rasulullah dipegang oleh Ja’far bin Abi Thalib. Panglima pasukan kaum Muslimin ini menunggangi kuda yang berambut pirang, bertempur dengan gagah. Di tengah-tengah peperangan ia bersenandung riang:

Duhai dekatnya surga

Harum dan dingin minumannya

Orang Romawi telah dekat dengan azabnya

Mereka kafir dan jauh nasabnya

Jika bertemu, aku harus membunuhnya

Dalam situasi perang, sungguh tak banyak pilihan. Menjadi yang terbunuh atau menjadi yang bertahan. Maka tentu saja senandung Ja’far ra berbunyi demikian. Tangan kanan Ja’far terputus karena tebasan pedang ketika mempertahankan panji pasukan. Kini tangan kirinya yang memegang. Tangan kirinya pun terbabat pula oleh tebasan. Sehingga panji-panji Islam dipegangnya dengan lengan atasnya yang tersisa hingga Ja’far ditakdirkan menemui syahidnya.

Ibnu Umar ra bersaksi, ”Aku sempat mengamati tubuh Ja’far yang terbujur pada hari itu. Aku menghitung ada 50 luka tikaman dan sabetan pedang yang semuanya ada dibagian depan dan tak satupun luka berada di bagian belakang.” Semoga Allah membalasnya dengan sayap yang kelak akan membuatnya terbang kemanapun dia suka.

Kini tiba giliran Abdullah ibnu Rawahah tampil ke depan untuk mengambil tanggung jawab, memimpin pasukan dan mengangkat panji-panji Islam. Ada kegundahan dalam hati dan pikirannya, karenanya Ibnu Rawahah memompa sendiri keberanian di dalam hatinya:

Aku bersumpah wahai jiwaku, turunlah!

Kamu harus turun atau kamu akan dipaksa

Bila manusia bersemangat dan bersuara

Mengapa aku melihatmu enggan terhadap surga

Dalam kalimat-kalimat syairnya di tengah laga, tergambar bahwa ada kegalauan dalam jiwa Abdullah ibnu Rawahah. Tentu saja hanya Allah yang Mengetahui. Apalagi dua sahabatnya, telah pergi mendahului. Melihat dua jasad mulia sahabatnya, Abdullah ibnu Rawahah kembali berkata:

Wahai jiwaku

Jika tidak terbunuh kamu juga pasti mati

Ini adalah takdir kan telah kau hadapi

Jika kamu bernasib seperti mereka berdua

Berarti kamu mendapat hidayah

Lalu kemudian, Abdullah ibnu Rawahah juga bertemu dengan syahidnya. Ini memang kisah tentang perang. Tapi sesungguhnya hikmah dan teladan yang ada di dalamnya, bermanfaat dalam semua peristiwa kehidupan. Dalam perang, tak ada sikap yang bisa disembunyikan. Pemberani, ketakutan, risau dan kegalauan, cerdik dan penuh akal, atau orang-orang yang selalu menghindar. Semua terlihat nyata. Tak ada yang bisa disembunyikan!

Takut, risau dan galau, sungguh adalah perasaan wajar yang muncul karena fitrah. Dalam sebuah periode kehidupan, kita seringkali merasakannya. Meski begitu, bukan pula alasan kita menghindar dari sesuatu yang harus kita taklukkan karena rasa takut, risau dan galau yang lebih menang. Kemudian kita mencari-cari alasan dengan menyebutnya dengan dalih strategi dan langkah pintar. Menunduk untuk menanduk, atau yang lainnya.

Gunung-gunung harus didaki, laut dan samudera harus diseberangi, lembah dan ngarai harus dijelajahi. Tantangan hidup harus ditaklukan bukan dihindari. Dan tujuan besar hidup kita sebagai seorang Muslim adalah menegakkan kebenaran dan menyebarkan kebaikan.

Berbuat kebaikan dan mencegah manusia dari kemunkaran, harus dilakukan, betapapun pahitnya balasan yang akan didapatkan. Ketakutan, risau dan galau akan selalu datang. Tapi berkali-kali pula kita harus mampu mengalahkan mereka dan berkata pada diri sendiri. Meniru ulang apa yang dikatakan sahabat Abdullah ibnu Rawahah dengan gagah pada hati dan akalnya, ”Apakah engkau enggan pada nikmat Allah yang Maha Tinggi?!” Wallahu a’lam bi shawab.

Sabtu, 12 Maret 2016

Lihat yang Dilakukan Gadis Ini, Sungguh Mengejutkan!


Membantu orang lain memang memerlukan kekuatan iman. Pasalnya, pendorong utama seseorang mau membantu kesulitan orang lain tidak semata-mata tersedianya harta yang cukup, tetapi iman yang kuat.

Tanpa iman dan rasa kepedulian yang kuat, sangat kecil kemungkinan seseorang mau merelakan sebagian dari yang dimilikinya untuk membantu kesulitan orang lain.

Kisah di bawah ini bisa jadi akan membuka mata hanti anda untul lebih peka dengan kesulitan orang lain dalam berbagai situasi dan kondisi dikutip dari akun Facebook Naomi Azura.

Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan. Setelah mengambil segala barang yang saya butuhkan, saya pun buru buru menuju antrian di kasir.

Didepan saya ada seorang gadis pake baju pink berpenampilan menarik dan didepan gadis itu ada seorang ibu ibu berpenampilan sederhana dengan 2 orang anaknya yang sedang menghitung belanjaan mereka di kasir.

"Total seluruhnya 150 ribu bu", kata si neng penjaga kasir tersenyum ramah setelah menjumlahkan seluruh barang belanjaan si ibu.
Ibu itu segera membuka dompetnya ... uangnya recehan semua dan sedikit lusuh, lalu dia menghitungnya satu persatu dengan wajah tertunduk.

Kedua
anaknya berdiri memperhatikan ibu mereka sambil sesekali memegang tangannya, keduanya terlihat tidak sabar. Antrian di supermarket pun semakin panjang, maklum tanggal muda...
Saya lihat wajah si ibu pucat basi ... terlihat jelas ia kebingungan sebab ternyata uang yang ada di dompetnya kurang..

Ia mulai cerminan berfikir untuk mengembalikan sebagian barang belanjaan yang diambilnya ... seketika tiba-tiba saja ...

Anak gadis di depan saya lalu membungkuk sambil memungut uang
50 ribuan yg ada di lantai dan menyodorkannya ke pada ibu itu :
"Ini bu, hati hati bu kalau menghitung uang .., ini ada selembar uang ibu yang jatuh "
Si ibu yang bengong seperti tak percaya ... dengan tangan bergetar mengambil dan menerima uang itu...

Dengan tatapan mata penuh syukur ia memandang pada si gadis tersebut
Setelah membayar di kasir dengan cerminan gembira kedua anaknya menenteng kantong plastik belanjaan berlalu pergi.

Gadis itu membayar belanjaannya kemudian ia juga segera pergi...Saya lalu kejar sambil tergesa-gesa menyusul dia...Setelah bertemu si gadis tersebut

Saya berkata : "Dek saya tahu...
tadi kamu dengan sengaja menjatuhkan uang 50rb kamu.. buat kamu kasihkan sama si ibu yang tadi itu ... saya lihat karena saya berada tepat dibelakang kamu ...
Bagaimana kamu bisa mendapat ide itu?"

Gadis itu dengan santun menjawab:
"Saya tidak ingin si ibu itu malu dihadapan kita dan anak-anak nya... karena itu Tuhan menggerakkan hati saya untuk spontan mengerjakan apa yang bapak lihat "...
Ternyata bila hati menginginkan kebaikan... Tuhan akan membantu hamba NYA melakukan kebaikan itu... sungguh, kebaikan itu hanya mudah dilakukan bagi orang yang memang menginginkannya...

Jumat, 11 Maret 2016

LGBT adalah Masalah Kejiwaan


Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek kembali menegaskan, bahwa Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) merupakan masalah kejiwaan, bukan gangguan kejiwaan.
“Dari sisi kesehatan, LGBT itu ialah masalah kejiwaan. Beda dengan gangguan, kalau gangguan mereka yang tergabung di dalamnya tidak bisa berinteraksi,” demikian kata Menteri Kesehatan, kepada jurnalis media, saat berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (22/02).

196739_620Ia menegaskan, perilaku Lesbian, Gay dan Biseksual dari sisi kesehatan tidak dibenarkan karena hal tersebut juga membuat angka penyakit di tengah masyarakat menjadi cukup tinggi.

Terkait dengan transgender, itu menjadi masalah kelainan bentuk organ reproduksi manusia atau meragukan antara organ wanita atau pria.

“Namun hal tersebut tentunya seiring waktu dapat diketahui mana yang lebih dominan dan seharusnya ada jalan keluar atau dapat teratasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin mendorong proses legislasi yang memuat penegasan pelarangan terhadap aktivitas LGBT di Indonesia.

“Harus ada pelarangan terhadap aktivitas LGBT dan aktivitas seksual menyimpang lainnya serta menegaskannya sebagai kejahatan,” ujar ia menambahkan.

Ia juga menginginkan adanya keharusan rehabilitasi untuk setiap orang yang memiliki kecenderungan seks menyimpang agar dapat normal kembali.

Menurut ia, seharusnya juga ada pidana untuk setiap orang yang melakukan aktivitas LGBT dan seks menyimpang lainnya termasuk bagi yang mengajak, mempromosikan, dan membiayainya.

Sebelumnya, hal senada juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang menegaskan agar kaum LGBT keluar saja dari Provinsi Sumbar karena tidak sesuai dengan Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah.

Jumat, 04 Maret 2016

Mengapa Orang Suka Bernyanyi di Kamar Mandi?



Mandi itu merupakan suatu keharusan. Mandi, Bikin Segar dan Sehat! Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.
Biasanya apa yang paling sering anda lakukan ketika anda mandi, ya tentunya selain menggosok badan ya???

Bernyanyikan..., paling tidak bersenandung kecil itu tanpa sengaja kita lakukan ketika didalam kamar mandi.

Bagi anda yang memiliki hobi menyanyi di kamar mandi, jangan ragu dengan aktifitas yang anda lakukan ini. Hal ini dikarenakan selain membuat diri anda nyaman, menyanyi sambil mandi di kamar mandi teryata dapat menghilangkan rasa sedih, terutama rasa sedih yang muncul di pagi hari setelah bangun tidur.

Menyanyi sambil mandi mengusir sedih dengan dua cara. "Pertama, anda akan terlibat dalam aktifitas fisik yang baik jika anda menyanyi sambil menggerakkan badan, eitâ?¦tetapi jangan lupa untuk menggosok badan anda sebagai kewajiban mandi itu sendiri dan jangan mengambil gerakan- gerakan yang terlalu aktraktif, apalagi jika anda mandi di kamar mandi umum. Kedua, menyanyi setidaknya memaksa anda berkonsentrasi pada not dan syairnya. Dan ini bagus untuk menghilangkan stres. Dan anda akan keluar dari kamar mandi, siap untuk bertarung pada hari ini".

Sekarang pertanyaannya kenapa orang lebih senang bernyanyi di kamar mandi?
Perlu dicatat bahwa beberapa orang bernyanyi keras dan fasih di kamar mandi atau di kamar pribadi mereka. Tetapi mereka akan gagal dalam bernyanyi di umum. Sebuah studi yang dilakukan menemukan bahwa, ketika orang-orang yang bernyanyi di tempat-tempat pribadi, mereka membuka mulut mereka secara luas dan bernyanyi tanpa takut orang-orang di sekitar mereka.

Mereka merasa bebas tanpa takut ada orang yang memperhatikan ataupun mendengar suaranya. Jadi mereka melakukan sangat bagus. Tapi ketika mereka di depan publik, mereka tidak bisa membuka mulut mereka untuk bernyanyi bebas seperti yang bisa dilakukannya saat di kamar mandi Itu mungkin karena inferioritas kompleks atau malu atau takut orang. Sangat sering orang menggoda untuk memiliki ini pertanyaan dalam pikiran mereka ' apa yang akan orang pikirkan tentang saya jika saya bernyanyi? Mereka sangat sadar tentang gerakan lidah mereka dan bibir. Mereka mencoba untuk mengendalikan gerakan wajah mereka karena untuk rasa takut dari orang-orang di sekitar mereka.
Jika anda melihat orang-orang yang melakukan sangat baik di depan umum bernyanyi, mereka membuka mulut mereka luas untuk menyanyi. Mereka percaya diri dan terkonsentrasi pada lagu mereka.



Alasan lainnya...
Bernyanyi di kamar mandi, menyanyi di kamar mandi, atau bernyanyi di kamar mandi adalah sebuah fenomena. Banyak orang menyanyi di kamar mandi karena di kamar mandi memiliki permukaan dinding yang keras , seperti ubin atau panel kayu, dan kurang lembutnya perabotan, menciptakan sebuah lingkungan. akustik aurally menyenangkan Yang beberapa refleksi dari dinding memperkaya suara - suara. Dimensi kecil dan permukaan keras dari khas mandi menghasilkan berbagai macam berdiri gelombang, gema dan gema, memberikan suara penuh dan mendalam. Suara pun jadi terdengar merdu.

Kamar Mandimu bekerja seperti sebuah teknologi rendah suara mixer untuk mengubah suara anda dalam setidaknya tiga cara, semua yang tampaknya meningkatkan suara. Anda bisa bayangkan ini tiga suara efek sebagai volume, pengulangan, dan bass.

Volume
keras, halus permukaan-seperti kamar mandi ubin menyerap suara sangat sedikit. suara memantulkan bolak-balik antara dinding kamar mandi sebelum meninggal pergi. energi suara dipantulkan di ruang kecil, kamar mandi Anda meningkatkan intensitas suara, yang tampaknya untuk memberikan suara Anda lebih banyak kekuatan.

Gema (pengulangan)
dengan banyak pantulan gelombang suara memantul di sekitar di kamar mandi Anda, beberapa gelombang suara angin bepergian lebih jauh dari lain sebelum akhirnya tiba di telinga Anda. daerah ini mengeluarkan suara yang Anda dengar, efek yang disebut gema, atau reverb; suara Anda tampaknya menggantung di udara lama setelah setiap catatan dibuat, menghasilkan suara yang lebih kaya dan lebih lengkap.

Bass boost (peningkatan suara bas)
Kamar mandi Anda, terutama jika yang seperti kios kotak, berfungsi sebagai rongga resonan. ini berarti bahwa frekuensi tertentu suara yang didapatkan alami diperkuat di dalamnya. Rata-rata saat mandi, frekuensi resonan fundamental adalah 100 Hz, dengan beberapa resonansi yang lebih tinggi di kelipatan dari 100. frekuensi jatuh di ujung rendah dari kisaran frekuensi suara manusia; saat mandi penguatan resonan nada bass anda memberikan suara yang lebih mendalam, terdengar penuh.

Android Portal Indonesia