Tampilkan postingan dengan label Cerita Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Kisah Inspirasi : Petarung Dengan Satu Jurus


Chen adalah seorang remaja pria yang tinggal di Hawaii. Tidak seperti orang normal, ia hanya mempunyai tangan kiri. Tangan kanan nya tidak ada sejak lahir. Karena keadaannya yang cacat itu banyak remaja pria lain yang mengejek dan sering mengolok-oloknya, bahkan ada yang suka memukul dan mendorong kepalanya.

Suatu hari, saat pulang sekolah ia diejek dan digoda beberapa remaja pria, peristiwa itu menarik perhatian seorang tua yang kebetulan lewat. Pria tua itu kemudian mengusir semua remaja yang menghina Chen, ia merasa kasihan pada Chen, kemudian ia berkata “Aku akan mengajarimu Judo supaya tidak ada yang berani mengganggumu lagi”. Chen bingung juga karena ia hanya mempunyai satu tangan, bagaimana mungkin bisa mempelajari Judo. Pria tua itu akhirnya mampu meyakinkan Chen bahwa ia mempunyai jurus judo khusus untuk orang bertangan satu. Akhirnya Chen setuju untuk belajar Judo dari orang tua tersebut dan mulai keesokan harinya sepulang sekolah, ia pergi ke rumah orang tua tersebut untuk belajar Judo.
Orang tua tersebut mengajari Chen sebuah jurus yang ternyata sangat sulit dikuasai, sampai beberapa bulan pun Chen masih belum menguasainya dengan baik. Sampai akhirnya memasuki bulan ke enam barulah Chen mampu menguasainya dengan lumayan baik, Chen sangat gembira dan ia meminta kepada orang tua itu untuk mengajarinya jurus lainnya. Orang tua tersebut menggelengkan kepalanya dan berkata “Kamu sudah bisa menguasai jurus itu? Bagus, kalau begitu lakukan jurus tersebut dengan LEBIH CEPAT dan LEBIH BAIK“.

Chen terus belajar dengan tekun dan akhirnya ia bisa menguasai jurus itu dengan semakin baik, tapi ia bosan juga, pikirnya kok jurus itu-itu aja sih, kapan nih belajar jurus lainnya? Akhirnya ia berkata “Guru, saya sudah menguasai jurus itu dengan baik, ajarkan dong jurus yang lain”. Orang tua yang merupakan gurunya tersebut berkata “Kamu merasa sudah menguasai dengan baik? Baiklah kalau begitu 3 bulan lagi kamu ikut pertandingan”. Chen merasa ragu, bagaimana mungkin ia yang bertangan satu harus bertanding melawan musuh yang bertangan dua dalam suatu pertandingan? Tapi ia berpikir tidak ada salahnya dicoba, dalam pemikiran Chen dalam 3 bulan ini pasti gurunya mengajarkan jurus-jurus baru untuk menghadapi pertandingan.

Seminggu, dua minggu, sebulan berlatih, Chen makin heran, gurunya tidak mengajarkan jurus baru sama sekali, ia hanya disuruh belajar menguasai jurus tunggal itu dengan gerakan yang semakin cepat dan semakin baik. Akhirnya Chen tidak sabar dan protes “Guru, mengapa guru tidak mengajarkan jurus baru apapun kepada ku, masa aku harus bertanding dengan SATU TANGAN dan SATU JURUS saja”. Gurunya tetap tidak mengajarkan jurus baru apapun sampai 3 bulan waktu berlalu dan tiba saatnya bertanding.

Chen mengawali pertandingan penyisihan pertama dengan gugup, tapi karena latihannya sudah sangat matang, akhirnya ia bisa menang juga. Pertandingan kedua dan ketiga ia menangkan juga dengan jurus yang sama. Sampai tiba saatnya ia ke semi final. Chen sangat gugup, katanya “Guru, cepat ajarkan aku jurus yang baru. Aku sudah menang 3 kali menggunakan 1 jurus yang sama, musuh pasti sudah bisa membaca jurusku, musuhku kali ini sang juara bertahan, ia sangat hebat, cepat guru, ajarkan aku”. Sang guru dengan tenang berkata “Yakin saja, Kamu pasti menang”. Chen semakin gugup, sampai akhirnya tiba saat pertandingan. Sang lawan memang sangat hebat, berkali-kali ia dapat menghindari kuncian jurus Chen, tapi akhirnya sampai suatu saat ia sedikit lengah dan Chen dapat memanfaatkan kesempatan yang hanya sepersekian detik itu untuk memasukkan jurus satu-satunya yang ia miliki. Chen menang lagi!

Saat finalpun tiba. Chen mempunyai kepercayaan diri yang sudah membubung tinggi, lawannya malah sudah keder duluan, akhirnya ia bisa mengalahkan lawannya dengan mudah dan Chen menjadi juara!! Ya, hanya dengan SATU TANGAN dan SATU JURUS, ia bisa mengalahkan lawan-lawannya yang punya tangan normal dan beragam jurus.

Chen kemudian pulang ke rumah dan berpesta dengan keluarga dan teman-temannya. Kemudian ia menjumpai gurunya dan pergi berjalan-jalan dengan gurunya itu. Sambil berjalan mereka membahas kemenangan Chen. Chen merasa penasaran dan bertanya pada gurunya “Guru, bagaimana aku bisa menang melawan mereka yang normal dengan satu jurus saja? Rasanya sungguh tidak masuk akal”. Gurunya menjawab “Karena engkau mempunyai tekad baja, kemauan yang kuat, dan satu lagi, jurus yang kuajarkan itu adalah jurus yang sangat sulit diantisipasi dan sangat sulit menguasainya, satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari kuncian itu adalah dengan MENGUNCI BALIK TANGAN KANAN MU“ — (???)

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Sesuatu yang dipikir banyak orang sebagai kelemahan, dapat dimanfaatkan menjadi sebuah keunggulan yang nyata.
Dalam dunia nyata misalnya, tidak diperlukan banyak jurus/pekerjaan untuk menang/sukses. Kuasailah satu bidang sehingga anda benar-benar menjadi sangat ahli di bidang tersebut. Satu bidang yang anda kuasai dengan sangat baik sudah cukup untuk membuat anda hidup layak (menang). Kalau anda tidak bisa menang di suatu bidang yang umum maka buatlah KATEGORI/JURUS sendiri dimana anda lah yang menjadi NOMER SATU di kategori tersebut.

Sabtu, 12 Maret 2016

WOW !! Ngaji 2 Juz, Bisa Makan GRATIS di Warteg Keliling Ini


Ada-ada saja akal wirausahawan berpromosi. Demi menarik hati konsumen, Ricky Ricarvy Irawan (31) memberi syarat unik kepada mereka yang ingin makan gratis di warteg keliling miliknya.

Ricky mewajibkan konsumen untuk membaca Alquran sebanyak 2 juz jika ingin makan gratis. Idenya didapat setelah ia rajin mengikuti aktivitas komunitas One Day One Juz yang menggiatkan kegiatan baca Alquran.

"Saya fasilitasi biar nongkrong sambil baca Alquran karena kalau di cafe kan ada bising, pusing. Jadi, kaya ngasih hadiah buat orang yang bertilawah rajin mengaji dengan makanan dan minuman gratis," tutur Ricky saat ditemui Liputan6.com di kawasan Lapang Ciujung, Rabu (27/1/2016).

Warteg keliling yang dinamai Joni Abadi itu biasa mejeng di kawasan Lapang Ciujung, Jalan Supratman, Kota Bandung. Layanan yang dibuka setiap Senin hingga Sabtu itu berharga relatif murah, berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 15 ribu.

"Ide (usaha) ini muncul sebenarnya saat usaha saya bangkrut kemudian selalu makan di warteg. Kita juga membutuhkan waktu tempuh yang cukup jauh. Makanya kepikiran buat mobile warteg," kata Ricky.

Menu yang ditawarkan di warteg keliling itu tidak berbeda dengan menu di warteg konvensional. Selalu ada ayam, telur dan kikil. Dengan konsep penjualan dan promosi yang diterapkannya, omzet usaha Joni Abadi saat ini mencapai ratusan ribu rupiah per hari.

"Selain murah, insya Allah barangnya fresh setiap hari. Sehari ganti 2 kali. Siang masuk dan malam baru lagi," kata Ricky berpromosi.

Jumat, 04 Maret 2016

Ya Rasulullah, Doakan Aku Agar Bersamamu di Surga


UMMU Umarah RA, atau nama aslinya Nasibah binti Ka’b, atau riwayat lain menyebutnya Nusaibah binti Ka’b, adalah salah satu dari dua wanita Anshar yang mengikuti Ba’iatul Aqabah kedua, satunya lagi adalah Ummu Mani’ atau nama aslinya Asma binti Amr. Dengan demikian ia merupakan orang Anshar yang mula-mula memeluk Islam, yakni ketika Nabi SAW belum hijrah ke Madinah. Walaupun wanita, Ummu Umarah banyak terlibat dalam beberapa pertempuran membela panji-panji Islam, di antaranya perang Uhud, perjanjian Hudaibiyah, perang Khaibar, Umratul Qadha’, perang Hunain, dan perang Yamamah.

Pada perang Uhud, ketika itu usianya 43 tahun, ia berjihad bersama suami dan dua anaknya. Ia berdiri tidak jauh dari kedudukan Nabi SAW. Ketika keadaan berbalik dari kemenangan menjadi kekalahan, seorang kafir bernama Ibnu Qami’ah dan beberapa kawannya menyerang dan mendekati posisi Nabi SAW, sambil berteriak, “Dimanakah Muhammad? Dimanakah Muhammad?”

Ummu Umarah berpikir cepat, jika mereka sampai melukai atau membunuh Nabi SAW, maka tidak ada kebaikan bagi dirinya. Bersama Mush’ab bin Umair dan beberapa orang sahabat, ia menghadang serangan orang-orang kafir, secara khusus ia menyerang Ibnu Qami’ah dan melukai bahunya, dan terus menyerangnya tetapi akhirnya ia bisa melepaskan diri dari serangan Ummu Umarah dan lari menyelamatkan diri.

Ia mendapatkan duabelas luka di tubuhnya ketika menjadi pagar betis bersama beberapa sahabat bagi keselamatan Nabi SAW, dan luka terparah pada tangannya, yang terus mengeluarkan darah hingga setahun lebih, sehingga ia tidak bisa ikut perang Hamra’ul Asad. Sepulang perang Hamra’ul Asad ini, Nabi SAW langsung menanyakan keadaan Ummu Umarah, dan beliau sangat gembira ketika memperoleh kabar bahwa lukanya telah mulai membaik.

Dalam perang Uhud itu juga, Ummu Umarah sempat diserang oleh orang kafir yang berkuda, padahal ini hanya berjalan kaki. Ia bertahan dengan perisainya, sampai akhirnya berhasil merebut pedang orang kafir itu dan menyabet kaki kudanya, hingga ia terjatuh. Nabi SAW melihat keadaan itu, dan berseru kepada anaknya agar membantu Ummu Umarah. Akhirnya ibu dan anak ini membunuh orang kafir tersebut bersama-sama.

Salah satu anaknya, Abdullah bin Zaid terluka pada tangannya dan darah terus mengucur, Nabi SAW menyarankan agar luka tersebut dibalut dengan sorban. Datanglah Ummu Umarah, yang segera membalut luka anaknya tersebut. Setelah luka itu terbalut, ia berkata kepada Abdullah, “Pergi sana, bertempurlah lagi melawan orang-orang kafir itu!”

Abdullah beranjak menuruti perintah ibunya dan menerjunkan diri dalam pertempuran lagi. Nabi SAW begitu kagum dengan pemandangan ini dan bersabda, “Ummu Umarah, engkau begitu bersemangat, adakah orang lain yang memiliki semangat sepertimu?”

Nabi SAW mendoakan dan memuji keberanian Ummu Umarah dan keluarganya tersebut. Beberapa saat kemudian, ada seorang kafir yang lewat tak jauh dari tempatnya, Nabi SAW berseru, “Hai Ummu Umarah, itulah orang yang melukai anakmu tadi!”

Mendengar seruan ini Ummu Umarah segera melompat menyerang orang kafir tersebut hingga melukai pahanya dan ia terjatuh dari tunggangannya dan lari tunggang langgang. Melihat keadaan ini Nabi SAW berkata, “Luka anakmu sudah terbalas…”

Sekali lagi Nabi SAW memuji dan mendoakannya, dan setelah itu Ummu Umarah berkata, “Ya Rasulullah, berdoalah agar Allah menjadikan saya sahabat engkau di surga.”

Nabi SAW memenuhi permintaan Ummu Umarah ini, dan ini menjadikannya lega dan tak pernah lagi khawatir dengan kesulitan hidup yang akan menimpanya. Dalam perang Yamamah, perang melawan pemberontakan nabi palsu, Musailamah al Kadzdzab, ia berjuang hebat hingga mendapat sebelas luka di tubuhnya dan salah satu tangannya terpotong. Usianya yang saat itu mencapai 52 tahun ternyata tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjihad di jalan Allah.

Sabtu, 27 Februari 2016

Al Qur’an Raksasa Muncul Secara Gaib di Tanggul Lumpur Sidoarjo?



Kabar menggegerkan sedang tersiar di wilayah dekat dengan tanggul lumpur Sidoarjo, mengenai Al Qur’an raksasa yang muncul secara gaib. Al Qur’an tersebut berukuran besar hampir mencapai 2 x 2,4 meter denga tebal 15 cm. Kertas yang digunakan untuk kitab suci itu telah berwarna cokelat dan terlihat rapuh, sehingga diduga usianya sudah sangat tua.

Kemunculan Al Qur’an itu dikisahkan terjadi pada saat acara istighosah atau doa bersama sedang berlangsung di kediaman Anang Asriyanto, yang letaknya tak jauh dari tanggul lumpur Lapindo.

Suara benda jatuh tiba-tiba saja terdengar dari arah kamar, dan saat dilihat, Al Qur’an itu telah berada di atas dipan dalam kamar.

“Sebelumnya saya tidak mempunyai firasat apa-apa. Pada saat pembacaan doa tiba-tiba ada suara itu, kami pun juga kaget dan takut, setelah saya lihat ternyata ada Al-Qur’an raksasa ini. Akhirnya para jamaah juga ikut melihatnya,” ujar Anang.
Seperti biasa, warga yang penasaran heboh mendatangi rumah Anang yang juga dikenal sebagai ustad di wilayah tersebut. Mereka mendatangi Desa Glagaharum, Sidoarjo sekedar menuntaskan rasa ingin tahu.

Kitab suci itu pun sempat dipamerkan pada wartawan dan warga yang penasaran pada isi dan bentuknya. Bersampul hitam, benda beraroma wangi tersebut dikatakan memang berisi tulisan tangan asli seluruh surat-surat dalam Al Qur’an.

Namun untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan terjadi pada peristiwa munculnya kitab suci berukuran besar itu membuat pihak-pihak berwajib lantas memutuskan mengamankannya di kantor MUI Sidoarjo. Pihak kepolisian memindahkan Al Qur’an raksasa tiban itu dengan seizin dari pamong desa, juga Anang selaku penemu pertama.

Rabu, 24 Februari 2016

Kisah Istri Sholehah dan Anak Yang Berbakti


Kisah ini merupakan kisah nyata yang terjadi di negeri Saudi Arabia, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran darinya.
Kisah seorang istri yg menceritakan tentang suaminya pada tahun 1415H.

Dia bercerita dahulu suamiku seorang pemuda yg rajin, tangkas dan semangat. Memiliki agama dan akhlak yg baik. Berbakti pada orang tuanya. Dia menikahi aku pada 1390H. Aku tinggal bersamanya di rumahnya bersama kedua orang tuanya, sebagaimana kebiasaan di negeri Saudi Arabia.

Aku melihat berbaktinya dia kepada kedua orang tuanya, mengagumkanku. Dan aku bersyukur pada Allah yg telah menjodohkan aku dgn dia. Kami dianugrahi satu orang anak wanita setelah setahun menikah. Kemudian dia pindah tugas ke kota bagian timur.

Dia bekerja selama 1 minggu di sana dan istirahat bersama kami 1 minggu. Rutinitas tersebut berjalan hingga 3 tahun dan usia anak kami genap 4 tahun.

Pada suatu saat pada tgl 9 ramadhan 1395H di dalam perjalannya menuju rumah dari riyadh, terjadilah kecelakaan hingga terbalik dan dengan sebab itu dia masuk rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Para dokter spesialis mengatakan: kemungkinan meninggal 95 persen dikarenakan gegar otak. Kejadian ini sangat menyakitkan kami, terkhusus orang tuanya yang telah lanjut usia, ditambah lagi yang membuat aku sedih anaknya, Asma, selalu bertanya tentang ayahnya yang sangat menyayangi ayahnya dan ayahnya telah menjanjikan padanya agar membeli mainan yg dia cintai.

Dahulu kami saling bergantian utk menjenguknya dan dia masih dalam keadaan seperti itu dan belum berubah sedikitpun. Setelah berjalan 5 tahun sebagian org memberikan aku nasihat agar aku mentalaknya dengan perantara pemerintah dengan alasan mati surinya dia dan kerena tidak dapat diharapkan hidup, yang berfatwa kepadaku ada beberapa masyaikh dan aku tidak bisa menyebutkan namanya, yang mana mereka membolehkan talak dalam keadaan mati suri ini. Namun aku menentang perkara itu dengan pertetangan yang tegas. Aku tdk akan meminta talak kepadanya selama dia ada di muka bumi, sampai dia dikubur sebagaimana mayit atau sampai mereka meninggalkan dia untukku sehingga Allah memutuskan dengannya apa yg dia kehendaki.

Maka aku pun memusatkan perhatianku kepada anak perempuanku yang kecil dan aku masukkan dia ke madrasah penghapal al quran. Sampai dia menghafal seluruh Al Quran dan usianya belum lebih dari 10th.

Dan aku telah mengabarkan kepadanya tentang keadaan ayahnya dan dia hampir tidak bisa melupakan ayahnya terkadang dia menangis dan terkadang dia diam.
Anak perempuanku ini taat agama, dia selalu solat wajib tepat pada waktunya dan melakukan solat di akhir malam, sementara dia belum 7 th.

Aku memuji Allah yg telah membimbingku utk mendidiknya. Neneknya pun sangat dekat dengannya begitu jg kakeknya. Suatu hari anak ini pergi bersamaku untuk menjenguk bapaknya. Dia sering membacakan kepada ayahnya Al quran dan dia bersedekah untuk ayahnya.
Suatu hari pada tahun 1410H anakku berkata padaku: "Wahai ummi, tinggalkan aku disamping ayah dan aku akan tidur di sisinya malam ini."

Anakku bercerita padaku: " Aku duduk di samping ayahku aku membacakan padanya Al baqoroh sampai selesai. Kemudian rasa kantuk yang tak tertahankan menimpa diriku hingga aku tertidur. Kemudian aku dapatkan seoalah-olah aku tersenyum (bahagia) seumur hidupku, dan hatiku senang dengannya.

Kemudian aku terbangun dari tidurku dan aku berwudhu dan aku solat sebanyak yang Allah kehendaki. Kemudian datang rasa kantuk berikutnya. Aku berada di tempat solatku, seakan-akan ada orang mengatakan padaku: bangun2!! Bagaimana kamu bs tidur sementara Allah Arrahman terjaga. Bagaimana kamu tidur padahal ini waktu terkabulnya doa, Allah tdk akan menolak doa hamba di waktu ini.
Kemudian aku terbangun seoalah-olah aku mencari sesuatu. Maka aku mengangkat tanganku dan aku melihat ayahku. Mataku berkaca-kaca dan aku berdoa ya Allah, ya rob, ya hayyu, ya qoyyum, ya azdim, ya jabbar. Ya kabir, ya muta'al, ya rahman, ya rahim, ini ayahku seorang hamba dari hamba-hambaMu, telah menimpa kesulitan kepadanya dan kami tetap bersabar serta tetap memuji dan kami beriman kpd takdirMu padanya.

Ya Allah sesungguhnya dia di bawah kehendakMu dan di bawah rahmatMu, ya Allah yg telah menyembuhkan Ayyub dari bala, dan Kau telah mengembalikan musa kepada ibunya dan Kau jualah yang telah menyelamatkan Yunus dari perut ikan, bahkan Kau telah jadikan api menjadi dingin dan menyelamatkan Ibrahim, ya Allah sembuhkanlah ayahku dari keadaannya, ya Allah mereka telah menyangka sesungguhnya ayahku tdk akan hidup, ya Allah milikMu-lah kemampuan, keagungan, kelembutan, angkatlah penyakit darinya.

Kemudian aku tertidur sebelum fajar. Tiba-tiba ada suara lirih memanggil: siapa kamu dan apa yg kamu lakukan di sini?

Maka aku terbangun aku melihat ke kiri dan ke kanan aku tdk melihat seorang pun, kemudian org itu mengulangi perkataan utk yg kedua kalinya. Ternyata itu suara ayahku. Maka aku tidak dapat mengusai diriku, maka aku bangun memeluknya karena sangat senang dan bahagia, tapi dia menjauhi aku dan beristighfar seraya berkata padaku: bertakwalah kepada Allah jangan dekati aku.

Maka aku katakan padanya: aku anakmu Asma. Dan dia terdiam. Maka aku keluar ke dokter dan aku kabarkan kepada mereka ketika mereka melihat ayahku, mereka semua kaget.
Maka berkatalah dokter Amerika dengan bahasa arab yg terpatah-patah: subhanallah, berkata yg dari mesir: maha suci yg telah menghidupkan tulang yg telah menjadi tanah.
Ayahku tdk mengetahui apa-apa sedikit pun sampai kami mengabarkan kepadanya dan dia menangis serta berkata, "Allahlah sebaik-baik penjaga dan Dia wali bagi orang yang soleh. Demi Allah tdk ada yg aku ingat kecuali sebelum kecelakaan aku berniat solat dhuha dan aku tdk tahu aku sudah sholat atau belum."

Maka sang istri pun berkata "telah kembali kepada kami ayahnya Asma sebagaimana seharusnya dan usianya telah mendekati 46 th. Dan aku mendapatkan darinya anak laki2. Alhamdulillah".

Pelajaran yang bisa kita petik:
Janganlah kalian meninggalkan doa karena dia dapat merubah takdir, barangsiapa yang Allah menjaganya maka Allah menjaganya.

Janganlah kita lupa berbakti kepada kedua orang tua kita. Dan kita mengetahui bahwa di tangan Allahlah segala urusan dan takdirnya. Tidak ada seorang pun dapat merubahnya selain Allah yg dapat melakukannya.

Kisah ini menjadi ibroh (pelajaran) dan mudah-mudahan Allah menjadikan bermanfaat bagi orang yang kesulitan dan besar cobaan, tertutup pintu-pintu baginya dan terputus jalan keberhasilan untuknya.
Maka engkau ketuklah pintu langit dengan doa dan yakin akan dikabulkan.

Dan akhir dari perkataan kami Alhamdulillahirobill 'alamiin.

Android Portal Indonesia